Kamis, 05 Januari 2012

Indahnya Hidup dengan Husnudzhon

          Tentu kita semua sudah paham apa itu husnudzon. Husnudzon atau positive thingking memang bukan suatu yang mudah apatah lagi dalam urusan pribadi kita.

Husnudzon kepada Allah adalah jika seseorang telah mengerjakan sebuah amalan sholih, ia berbaik sangka kepada Robbnya bahwasanya Allah akan menerimanya.

Jika ia berdoa kepada Allah Azza wa Jalla ia berbaik sangka kepada Allah bahwasanya Alloh akan menerima doanya dan mengijabahinya.
Jika ia mengerjakan satu perbuatan dosa kemudian ia bertaubat kepada Allah dan kembali dari perbuatan dosa tersebut, ia berbaik sangka kepada Allah bahwasanya Allah akan menerima taubatnya.
Jika Allah ta’ala menimpakan musibah pada suatu kejadian, ia berbaik sangka kepada Allah bahwasanya Allah Azza wa Jalla mengadakan musibah tersebut untuk hikmah yang agung dan sempurna.

Berbaik sangka kepada Allah atas segala yang ditakdirkan Allah Azza wa Jalla pada kejadian tersebut dan berbaik sangka kepada Allah atas setiap apa-apa yang disyariatkan Allah ta’ala melalui lisan Rosul-Nya shollallohu alaihi wa ala alihi wa sallam bahwasanya hal tersebut adalah baik dan membawa maslahat bagi makhluk-Nya walaupun sebagian manusia tidak memahami maslahat tersebut dan tidak memahami hikmah terhadap apa-apa yang disyariatkan tersebut, tetapi wajib bagi kita semua untuk menerima ketentuan Allah ta’ala yang berupa syari’at dan takdir-Nya serta berbaik sangka dengan hal tersebut karena Allah Subhanahu wa ta’ala berhak untuk dipuji dan diagungkan.

Husnudzon merupakan pintu masuk kepada akhlaq terpuji yang memudahkan kita untuk menghasilkan energi positif dalam beraktifitas. Jika akhlaq terpuji diibaratkan seperti rumah, maka husnudzon merupakan salah satu pintu untuk masuk ke rumah tersebut. Husnudzon ato prasangka baik merupakan suatu power tersendiri dalam kehidupan.Selalu berbaik sangka dalam kedaan apapun.Baik susah maupun senang merupakan kekuatan yang tak ternilai harganya.Hanya orang orang yang memang bersungguh sungguh menyerahkan hidupnya pada Tuhan yang bisa mengenakannya sebagai pakain kehidupannya.

Prasangka baik di kalah susah,adalah mengambil hikmah dan beranggapan mungkin itu ujian dari Allah untuk membuatnya semakin kuat,Dikala susah berganti senang dalam benaknya ya mungkin ini cara Tuhan untuk menjadikanku selalu bersyukur dan selalu ingat padaNYA.Jadi gak ada tuch istilah pesimis,frustasi dan takabur dalam kehidupan orang yang menjadikan husnudzon sebagai pakaiannya.

Sungguh betapa indahnya jika kita selalu mengedepankan husnudzon kepada saudara-saudara kita..

Dengan husnudzon, bisa menimbulkan kedamaian. Jika kita mempunyai kunci permasalahan, yaitu dengan husnodzon maka kita bisa menetralisir semua masalah yang ada. Dengan husnudzon juga bisa membuat persaudaraan kita lebih awet. Dan akhirnya, hidup pun jadi lebih indah..

Dan yang perlu kita ingat, wahai saudariku.. 

Sedikit saja kita berprasangka buruk kepada saudari kita, maka itu sudah termasuk dosa. Dosa bukanlah sekedar berbuat zina, membantah orang tua, meminum khamar dan sebagainya. Tapi ternyata.. kita berprasangka buruk kepada saudari kita walau dalam takaran sedikit saja sudah termasuk dosa. Apalagi kalau kita menambahnya dengan ‘bumbu’ dosa lainnya, yaitu ghibah. Na’udzubillahi min dzalik.. 

Adakah diantara kita yang mau memakan bangkai saudarinya sendiri? Saya yakin tidak ada yang mau, tapi pernahkah kita bermuhasabah diri kembali, hari ini sudah kita berhusnudzon kepada saudari kita?

Setelah mengetahui arti husnudzon, tiada manfaatnya kalau tidak memahaminya. Maka saya akan mengajak anda untuk memahaminya lewat sebuah contoh. Karena saya sendiri tinggal di asrama sebuah ma'had bersama akhwat (bentuk jamak dari kalimat Ukhti dalam bahasa arab yang artinya Saudari) maka saya mengambil misal yang ada di sekitar saya.

Misalnya, ada beberapa akhwat kita yang terlihat sering berkumpul di kamar asrama saat jam belajar. Kalau kita bersuudzon, tentu kita berpikir kalau mereka hanya berkumpul-kumpul tanpa faidah. Padahal bisa jadi mereka berkumpul untuk belajar bersama. 
Atau kita melihat ada salah satu dari akhwat kita yang terlihat sibuk di depan laptop atau sibuk dengan hp. Kalau kita kembali mengedepankan suudzon, tentu kita berpikir kalau akhwat tersebut terlalu disibukkan dengan laptop atau hp . Bisa saja akhwat tersebut mempunyai amanah atau sesuatu yang harus ia selesaikan dengan wasilah laptop atau dia mempunyai urusan yang mengharuskan selalu memegang hp. Atau ada seorang akhwat yang terlihat sangat akrab dengan akhwat yang lain padahal sebelumnya tidak ada ‘alamat atau tanda’ bahwa mereka akan dekat. Tentu hal ini akan menimbulkan tanda tanya yang besar buat mereka yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. 
Padahal tidak semua yang tampak itu sesuai kenyataanya.

Dan, wahai Saudariku..

Bukankah salah satu karakteristik Ahlu Sunnah wal Jama’ah adalah selalu mengedepankan husnudzon  dan mengajukan 1001 hujjah positif untuk saudaranya?

Jadi.. ayo kita kembali bermuhasabah diri.. dan tetaplah husnudzon dalam keseharian kita..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar